UA-11410610-1
Home Tips JANGAN ANGGAP REMEH UANG RECEH
formats

JANGAN ANGGAP REMEH UANG RECEH

Published on November 30, 2011 by in Tips

Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 652/XIII

Kalau saya anggap bahwa sebagian besar dari Anda pada saat ini masih
mencicil rumah, maka sangat mungkin sekali bahwa cicilan rumah yangSign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Anda
bayar menghabiskan sekitar 30 persen dari penghasilan keluarga Anda.
Bila Anda membaca tulisan di NOVA beberapa nomor yang lalu bahwa Anda
sebaiknya menabung sebelum membayar biaya hidup Anda, maka sangat
mungkin pula Anda sekarang mulai melakukannya. Apa yang Anda tabung?
Mungkin saja untuk pendidikan anak Anda kelak. Apakah mungkin Anda
menabung sekitar 15 persen dari penghasilan Anda untuk pendidikan anak
Anda kelak? Ya, sangat mungkin sekali.
Apa lagi pengeluaran yang mungkin ada? Ah, ya. Sangat mungkin sekali Anda
juga membayar premi asuransi. Entah itu asuransi jiwa, kesehatan, atau
kerugian (untuk rumah dan mobil Anda). Bisa saja Anda menghabiskan sekitar
20 persen dari penghasilan Anda untuk membayar asuransi-asuransi itu.

CUMA “UANG RECEH”?
Sekarang mari kita berhitung. Dengan perkiraan kondisi seperti di atas, maka
total pengeluaran Anda kemungkinan akan seperti di bawah ini.

UANG MASUK
Penghasilan : 100 persen

UANG KELUAR
Cicilan Hutang : 30 persen
Tabungan Rutin : 15 persen
Premi Asuransi : 20 persen
Total : 65 persen dari penghasilan

Ini berarti, sebelum Anda sempat belanja kebutuhan hidup sehari-hari, atau
sepasang sepatu atau pakaian, atau biaya transportasi sehari-hari, dan
sebelum Anda membayar kebutuhan rekreasi, sekitar 65 persen dari
penghasilan Anda sudah berkurang.
Dengan jumlah sisa penghasilan keluarga yang hanya 35 persen, Anda
memutuskan untuk pergi makan ke restoran fast food. Sekali makan
menghabiskan sepuluh ribu rupiah. “Ah… enggak ada masalah,” begitu pikir
Anda. Toh cuma sepuluh ribu ini.
Setelah mengeluarkan jumlah uang yang cukup besar untuk membayar cicilan
rumah, menabung buat anak, dan membayar premi asuransi, apa bedanya
keluar uang sepuluh ribu untuk makan di restoran? Toh itu cuma “uang receh”
kata Anda.

BEDANYA BANYAK SEKALI!
Betul. Kalau Anda keluar uang sepuluh ribu rupiah setiap hari untuk makan di
restoran, atau beli cokelat, bahkan beli majalah atau apa pun, maka dalam
duapuluh tahun saja Anda akan keluar uang Rp 206 juta! Itu dengan asumsi
bahwa setiap tahun harga-harga naik sebesar 10 persen per tahun.
Bayangkan, itu adalah jumlah “uang receh” yang Anda keluarkan setiap hari.
Karena itu, saran saya kali ini adalah: jangan meremehkan pengeluaran-pengeluaran kecil yang Anda lakukan setiap hari, sekecil apa pun. Tetap kendalikan pengeluaran dalam keluarga Anda. Kalau Anda mencicil rumah,
mobil, atau menabung secara rutin untuk anak Anda setiap bulan, Anda
tentunya tidak mengontrol pengeluaran tersebut setiap hari.
Tapi untuk pengeluaran-pengeluaran lainnya, maka biasanya Anda lakukan
setiap hari. Karena itu, tidak ada salahnya jika pengontrolan terhadap
pengeluaran-pengeluaran kecil itu juga dilakukan setiap hari.
Saya tidak menyarankan Anda untuk berhenti makan di restoran. Saya juga
tidak menyarankan Anda untuk tidak membeli majalah, beli cokelat atau apa
pun. Yang saya sarankan untuk Anda adalah agar Anda mengendalikan
pengeluaran-pengeluaran kecil Anda. Karena bila Anda tidak mengendalikannya, maka Anda sendirilah yang akan rugi karena Anda akan
mengeluarkan uang terlalu banyak untuk hal-hal yang belum tentu penting.
Nah, setiap kali Anda datang ke supermarket, restoran, toko baju, atau apa
pun itu, tanyakan kepada diri Anda pertanyaan sebagai berikut: apakah
pengeluaran yang saya lakukan ini akan membantu saya mencapai tujuan-tujuan keuangan saya?

No related posts.

 
 Share on Facebook Share on Twitter Share on Reddit Share on LinkedIn
No Comments  comments 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>